Penyebab Keguguran yang Harus Diwaspadai

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Penyebab Keguguran yang Harus Diwaspadai

Sudah selayaknya ibu hamil harus menjaga kandungannya agar terhindar dari hal-hal yang dapat mengganggu kehamilan, oleh karena itu ketahuilah hal-hal yang dapat menjadi penyebab keguguran berikut ini agar kita dapat menghindari dan mewaspadainya.

Secara medis keguguran atau disebut dengan istilah abortus merupakan hilangnya kehamilan secara spontan sebelum berusia 20 minggu. Tanda utama keguguran yaitu pendarahan dari jalan lahir, yang dapat diikuti oleh kram dan nyeri pada perut bagian bawah. 

Namun, perlu diingat bahwa perdarahan yang ringan relatif umum selama trimester pertama kehamilan (12 minggu pertama) dan itu tidak selalu berarti bahwa Anda sedang mengalami keguguran dalam hal ini perlu konfirmasi dari dokter. Baca lebih lanjut Tanda-tanda keguguran

Hal-hal apa saja yang bisa menjadi penyebab keguguran?

Ada banyak penyebab mengapa seorang ibu hamil mengalami keguguran, meskipun penyebab pastinya seringkali tidak teridentifikasi.

Sebagai pedoman, jika keguguran terjadi selama trimester pertama kehamilan (tiga bulan pertama), biasanya penyebab kegugurannya adalah masalah pada janin yang dikandung. Keguguran pada periode ini terjadi sekitar tiga dari empat kejadian keguguran. Namun, jika keguguran terjadi selama trimester kedua kehamilan (antara minggu ke 14 dan 26), kecenderungan penyebabnya adalah masalah kesehatan sang ibu.

Penyebab keguguran trimester pertama

Masalah kromosom

Sebagian besar keguguran yang terjadi pada trimester pertama disebabkan oleh masalah kromosom janin. Hal ini diperkirakan terjadi hingga dua pertiga dari keguguran pada trimester pertama.

Kromosom merupakan blok DNA yang berisi satu set instruksi rinci yang mengontrol berbagai faktor, termasuk warna kulit, mata, rambut, dan semua bagian tubuh.

Nah, terkadang sesuatu yang salah bisa terjadi pada saat konsepsi sehingga janin menerima terlalu banyak atau mungkin kekurangan kromosom. Sebagai akibatnya janin tidak dapat berkembang secara normal, lalu terjadilah keguguran.

Masalah plasenta

Plasenta merupakan organ yang menghubungkan suplai darah ibu ke janinnya. Oleh karena itu, masalah yang terjadi pada perkembangan plasenta, juga bisa menjadi penyebab keguguran.

Selain penyebab di atas ada juga hal-hal yang meningkatkan risiko keguguran saat hamil muda, antara lain:

  • Faktor usia ibu
  • Pada wanita hamil berusia di bawah 30 tahun memiliki risiko keguguran 1:10 kehamilan
  • Pada wanita hamil berusia 35-39 tahun memiliki risiko keguguran 2 :10 kehamilan
  • Pada wanita di atas 45 tahun, lebih dari setengah dari seluruh kehamilan akan berakhir dengan keguguran
  • Kegemukan
  • Merokok selama hamil
  • Penyalahgunaan obat selama kehamilan
  • Minum lebih dari 200mg kafein sehari (satu cangkir teh mengandung sekitar 75mg kafein, dan satu cangkir kopi instan mengandung sekitar 100mg kafein)
  • Minuman beralkohol
  • Faktor usia ibu
  • Pada wanita hamil berusia di bawah 30 tahun memiliki risiko keguguran 1:10 kehamilan
  • Pada wanita hamil berusia 35-39 tahun memiliki risiko keguguran 2 :10 kehamilan
  • Pada wanita di atas 45 tahun, lebih dari setengah dari seluruh kehamilan akan berakhir dengan keguguran
  • Kegemukan
  • Kebiasaan ibu yang merokok
  • Penggunaan obat-obatan yang tidak baik untuk kehamilan
  • Minum lebih dari 200mg kafein sehari (satu cangkir teh mengandung sekitar 75mg kafein, dan satu cangkir kopi instan mengandung sekitar 100mg kafein)
  • Minuman beralkohol

Penyebab keguguran trimester kedua

Penyakit Kronis

Beberapa kondisi medis atau penyakit jangka panjang (kronis) dapat meningkatkan risiko keguguran pada trimester kedua antara lain:

  • Diabetes atau kencing manis (jika tidak terkontrol)
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit lupus
  • Penyakit ginjal
  • Hipertiroid dan Hipotiroid
  • Penyakit celiac
  • Diabetes atau kencing manis (jika tidak terkontrol)
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit lupus
  • Penyakit ginjal
  • Hipertiroid dan Hipotiroid
  • Penyakit celiac
  • Konsumsi alcohol
  • Kebiasaan merokok

Infeksi

Infeksi berikut juga dapat menjadi penyebab keguguran:

  • Rubella (campak Jerman)
  • Toksoplasmosis
  • Sitomegalovirus
  • Vaginosis bakteri
  • HIV
  • Klamidia
  • Gonorea (GO)
  • Sipilis
  • Malaria
  • Rubella (campak Jerman)
  • Toksoplasmosis
  • Sitomegalovirus
  • Vaginosis bakteri
  • HIV
  • Fungi (jamur)
  • Gonorea (GO)
  • Sipilis
  • Malaria dan protozoa lain

Obat-obatan

Obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko keguguran meliputi:

  • misoprostol (Obat rheumatoid arthritis)
  • retinoid (Obat eksim dan jerawat)
  • metotreksat (obat rheumatoid arthritis)
  • obat anti-inflamasi non-steroid (anti nyeri dan peradangan)
  • misoprostol (Obat rheumatoid arthritis)
  • retinoid (Obat eksim dan jerawat)
  • metotreksat (obat rheumatoid arthritis)

Untuk memastikan bahwa obat tertentu aman pada kehamilan, selalu konsultasi dengan dokter, bidan atau apoteker sebelum mengonsumsinya.

Struktur rahim

Masalah dan kelainan pada rahim juga dapat menyebabkan keguguran trimester kedua. Contohnya pertumbuhan abnormal non-kanker pada rahim yang disebut fibroid (rahim berbentuk tidak normal).

Lemah serviks

Dalam beberapa kasus, otot-otot leher rahim (serviks) lebih lemah dari biasanya. Hal ini dikenal sebagai leher rahim yang lemah atau inkompetensi serviks yang bisa terjadi akibat cedera atau prosedur bedah sebelumnya.

Kelemahan otot dapat menyebabkan leher rahim membuka terlalu dini selama kehamilan sehingga menyebabkan isi rahim mudah keluar atau keguguran.

Sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah suatu kondisi di mana ovarium lebih besar dari normal. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon di dalam rahim.

Sindrom ovarium polikistik ini terkenal sebagai penyebab utama infertilitas (kemandulan). Ada beberapa bukti yang menunjukkan hal itu juga dapat menyebabkan keguguran. Namun, perannya tidak jelas.

Mitos-mitos tentang penyebab keguguran

Di masyarakat kita banyak ditemui mitos-mitos yang berhubungan dengan penyebab keguguran seperti berhubungan suami istri saat hamil, terlalu capek, dan lain-lain yang sebenarnya bukanlah penyebab pasti keguguran itu sendiri.

Keguguran tidak disebabkan oleh:

  • Keadaan emosional seorang ibu selama kehamilan, seperti sedang stres atau depresi
  • Berhubungan suami istri selama kehamilan
  • Mengalami shock atau ketakutan selama kehamilan
  • Latihan atau olahraga selama kehamilan (tapi diskusikan dengan dokter atau bidan jenis latihan apa yang cocok untuk Anda selama kehamilan)
  • Mengangkat atau mengejan selama kehamilan
  • Bekerja selama kehamilan
  • Keadaan emosional seorang ibu selama kehamilan, seperti sedang stres atau depresi
  • Berhubungan suami istri selama kehamilan
  • Mengalami shock atau ketakutan selama kehamilan
  • Latihan atau olahraga selama kehamilan (tapi diskusikan dengan dokter atau bidan jenis latihan apa yang cocok untuk Anda selama kehamilan)
  • Mengangkat atau mengejan selama kehamilan
  • Bekerja selama kehamilan

Itulah fakta-fakta beserta mitos penyebab keguguran yang perlu kita ketahui dan waspadai agar kehamilan selalu sehat hingga hari yang dinanti-nanti.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, Miscarriage (https://www.healthline.com/health/miscarriage), 1 May 2019.
Joseph Nordqvist , Miscarriage (https://www.medicalnewstoday.com/articles/262941), 7 July 2013.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app