Obat Herbal Diabetes: Lidah Buaya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mei 25, 2019 Waktu baca: 2 menit
Obat Herbal Diabetes: Lidah Buaya

Lidah buaya atau yang memiliki nama ilmiah Aloe vera telah dipercaya selama ribuan tahun sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Rupanya lidah buaya juga dapat digunakan sebagai obat herbal diabetes melitus atau kencing manis.

Lidah buaya mengandung gel bening dibalik kulitnya yang tebal, gel ini terasa agak pahit , dan aromanya memang tidak semua orang suka. Namun manfaat lidah buaya sangatlah banyak dan pastinya semua orang menyukainya.

Oleh karena itu, banyak produk kesehatan dan kecantikan yang mengadopsi Aloe vera sebagai kandungan utamanya. Contohnya dalam produk Krim, Lotion, dan Sampo.

Lidah Buaya Sebagai Obat Herbal Diabetes Melitus

Penelitian awal menunjukkan bahwa asupan jus lidah buaya dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah sehingga dapat berperan dalam mengobati diabetes melitus (kencing manis) secara alami.

Pada orang dengan diabetes melitus, gula darah berada pada level yang tinggi atau di atas normal. Oleh karena itu, tujuan pengobatan diabetes adalah menurunkan gula darah sampai pada level yang normal. 

ika sudah normal sebisa mungkin dipertahankan agar selalu normal sehingga fungsi tubuh akan bekerja secara normal pula. Berapakah kadar normal gula darah itu? silahkan baca: kadar gula darah normal

Pada pasien dengan diabetes tipe 2, yang menggunakan jus tanaman lidah buaya sebagai obat herbal ternyata banyak berhasil menurunkan gula darah. Aloe vera menjadi salah satu obat herbal yang paling dapat diterima di masyarakat modern, lidah buaya untuk diabetes adalah pengobatan alami yang telah digunakan di banyak bagian dunia untuk beberapa generasi.

Beberapa pasien menggunakan gel atau jus oleh lidah buaya sebagai pengobatan tunggal untuk diabetes tanpa obat lain. Sebagian lainnya menggunakannya bersama-sama dengan obat diabetes lain yang diresepkan oleh dokter.

Orang dengan diabetes terkadang juga memiliki luka yang lambat sembuhnya. Sifat anti-inflamasi atau antiradang yang terkandung dalam tanaman lidah buaya, juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka.

Dilakukan dengan cara menerapkan gel lidah buaya secara langsung pada luka, proses penyembuhan kulit secara alami akan ditingkatkan.

Hal di atas didukung oleh beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa :

Kebanyakan bukti menunjukkan bahwa lidah buaya  memiliki kecenderungan bermanfaat menurunkan konsentrasi glukosa darah dan HbA1c. Kadar trigliserida juga tampaknya berkurang, meskipun bukti-bukti mengenai perubahan LDL, HDL, dan kadar kolesterol total bertentangan.

Akan tetapi, kelemahan dalam metode penelitian dan inkonsistensi dalam data saat ini tidak menjamin rekomendasi  lidah buaya untuk pengelolaan diabetes mellitus atau dislipidemia sebagai terapi tunggal tanpa kombinasi dengan obat antidiabetes atau insulin.

Manfaat Lidah Buaya Lainnya

Selain bermanfaat sebagai obat herbal diabetes, lidah buaya juga memiliki banyak manfaat lainnya, antara lain:

  • Mendukung kesehatan sistem pencernaan
  • Membantu mengobati sembelit
  • Membantu proses penyembuhan dengan cara mengurangi rasa sakit dan peradangan
  • Mencegah bekas luka setelah operasi
  • Membantu menurunkan kolesterol.

Meskipun lidah buaya memiliki efek anti-diabetes, kebanyakan ahli sepakat bahwa seseorang yang menggunakannya harus di bawah pengawasan dokter. Hal ini terkait dengan penggunaannya bersama obat lain dan memonitor selalu kadar gula darahnya.

 


16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Surjushe A, et al. (2008). Aloe vera: A short review. DOI: (https://dx.doi.org/10.4103%2F0019-5154.44785)
Suksomboon N, et al. (2016). Effect of aloe vera on glycaemic control in prediabetes and type 2 diabetes: A systematic review and meta‐analysis. DOI: (https://doi.org/10.1111/jcpt.12382)
Statistics about diabetes. (n.d.). (http://www.diabetes.org/diabetes-basics/statistics/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app