Makanan Pelancar Haid: Sebelum, Selama, dan Sesudah

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Makanan Pelancar Haid: Sebelum, Selama, dan Sesudah

Siklus haid yang lancar, serta bebas nyeri dan kram merupakan idaman setiap wanita. Untungnya, bukan merupakan hal yang sukar untuk mewujudkan hal tersebut. Anda tinggal mengonsumsi saja makanan pelancar haid yang akan dibahas dalam artikel ini.

Para ahli menyarankan, sebaiknya jangan tunggu menjelang haid untuk mengonsumsi whole grain, protein, buah, dan sayur. Anda diimbau mengonsumsi deretan makanan sehat tersebut setiap hari kalau ingin haid setiap bulannya berjalan lancar.

Di samping membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat, Anda juga perlu tahu apa saja makanan yang harus dimakan sebelum, selama, dan sesudah menstruasi.

Baca juga artikel seputar menstruasi:

  • Cara Efektif Agar Cepat Menstruasi
  • 5 Tips Memperlancar Haid dengan Efektif dan Aman

Makanan Pelancar Haid Sebelum Haid

Pada masa ini, kadar estrogen dalam tubuh cukup tinggi sehingga tak heran kalau Anda mengalami beragam gejala PMS seperti rasa nyeri dan menegangnya payudara, perut menggelembung, sakit kepala, mood labil, bahkan insomnia.

Beberapa makanan bisa membantu tubuh memproses estrogen agar lebih efisien sehingga mengurangi berbagai gejala di atas. Oleh sebab itu, sebelum haid ada baiknya Anda mengonsumsi makanan pelancar haid berikut ini:

  1. Banyak minum air putih, agar pergerakan isi perut tetap lancar.
  2. Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan bergizi, seperti biji-bijian, polong-polongan, ikan, sayuran berdaun hijau, dan buah.
  3. Menghindari makanan pedas. Tidak hanya cabai saja yang dimaksud di sini, namun jahe, bawang putih, dan lainnya juga termasuk. Saran ini pasti agak sulit untuk dilakukan khususnya bagi Anda yang menggemari makanan pedas, namun coba lakukan, atau paling tidak minimalisir konsumsinya.
  4. Mengurangi makanan berminyak dan yang bercita rasa manis. Tujuannya adalah membantu mempertahankan kesehatan sistem pencernaan. Percaya atau tidak, sehat-tidaknya sistem pencernaan turut memengaruhi siklus menstruasi seseorang.
  5. Mengurangi garam. Asupan garam yang terlalu banyak bisa mengganggu fungsi pembuluh darah dan ginjal sehingga menyebabkan sakit kepala, sensitif, serta meningkatnya jumlah air yang tertahan dalam tubuh.
  6. Mengonsumsi suplemen. Bila perlu, Anda juga dapat mengonsumsi multivitamin tambahan seperti 100 mg vitamin B6, 600 mg kalsium karbonat dengan vitamin D, dan 400 mg magnesium oksida. Vitamin B6 dan magnesium bisa membuat mood menjadi lebih stabil. Sementara magnesium akan mencegah tubuh menyimpan terlalu banyak air (biasanya dikarenakan kadar garam yang terlalu tinggi) sehingga sensasi bengkak saat haid dapat berkurang.

Makanan Pelancar Haid Selama Haid

Ketika haid, hindari mengonsumsi makanan mentah dan dingin. Kalau makanan mentah lebih sukar dicerna, maka makanan dingin akan menguras lebih banyak energi dari tubuh untuk menghangatkannya.

Selain itu, makanan dingin juga bisa membuat aliran darah terhambat sehingga haid akan terasa lebih sakit. Baca juga: Bahaya Minum Air Es yang Perlu Diwaspadai

Pada momen ini, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan pelancar haid berikut ini:

  1. Mengonsumsi makanan dan minuman hangat atau yang bersuhu ruang.
  2. Tetap mengonsumsi banyak air putih, makanan yang mudah dicerna, dan yang kaya nutrisi, seperti saat sebelum haid kemarin.
  3. Menjauhi makanan pedas, berminyak, dan yang citarasanya terlalu manis atau asin, serta teh yang terlalu kental. Hal ini dikarenakan, asam tanin dalam teh bisa menghambat penyerapan protein dan zat besi sehingga tidak maksimal.
  4. Perbanyak makanan yang mengandung zat besi. Biasanya tubuh perempuan akan mengeluarkan sekitar 30-80 ml darah dan 15-25 ml zat besi ketika haid. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengisi ulang zat besi dengan mengonsumsi deretan makanan seperti:

Makanan Setelah haid

Meski siklus haid sudah berlalu, namun bukan berarti bahwa Anda ‘bebas’ sepenuhnya. Anda masih harus memulihkan tubuh dari banyaknya darah yang keluar.

Pada periode ini, Anda tetap disarankan untuk mengonsumsi makanan seperti:

  1. Mengonsumsi makanan penambah darah seperti kacang hitam, wortel, bayam, kacang, kacang merah, tomat, aprikot kering, kismis, kesemek, mulberry, kurma, delima, terong belanda, maupun semangka.
  2. Menahan diri dari makanan manis. Ya, walau lidah rasanya ingin segera mengudap makanan manis, namun tahan dulu karena fluktuasi gula darah merupakan salah satu alasan mengapa Anda sering mengalami nyeri haid. Kalau ingin sesuatu yang manis, pilihlah buah atau coklat hitam yang mengandung 70-80% kokoa.
  3. Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh. Serat dapat membantu mengeliminasi kelebihan estrogen dalam tubuh, sekaligus meregulasi siklus haid, meredakan nyeri, dan menstabilkan mood.
  4. Mengudap snack sehat yang kaya vitamin B seperti walnut atau mente. Mengenai hal ini, para ahli mendapati wanita yang mengonsumsi makanan dengan kadar thiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2) tinggi cenderung bebas dari nyeri PMS. Sebagai catatan, hal ini hanya berlaku kalau sumber vitamin B-nya adalah dari makanan, bukan suplemen.
  5. Cukup protein setiap kali makan, misalnya dengan mengonsumsi salmon, daging organik, telur, tahu, tempe, atau buncis.
  6. Makan teratur agar gula darah tetap stabil.
  7. Menjauhi kafein yang dapat memicu perasaan mudah marah dan gelisah. Sebaliknya cobalah teh herbal atau green tea yang lebih sehat.
  8. Mengonsumsi makanan tinggi kalsium.

Hasil studi yang diadakan Elizabeth Bertone-Johnson, Scd, salah seorang profesor epidemiologi Universitas Massachusetts (Amherst), mendapati wanita yang mengonsumsi 1200 mg kalsium/ hari dan 700 IU vitamin D beresiko mengalami nyeri haid lebih rendah ketimbang yang tidak.

Ketika bekerja di otak, kalsium akan mengurangi gejala depresi maupun kegelisahan, sementara vitamin D juga memiliki pengaruh terhadap perubahan emosional seseorang.

Jika membandingkan sumber kalsiumnya, maka Elizabeth memaparkan bahwa makanan alami yang mengandung kalsium lebih baik ketimbang suplemen, atau suplemen dan makanan.

Oleh sebab itu, perbanyak konsumsi makanan pelancar haid seperti salmon, sarden, bayam, susu rendah lemak, susu kedelai, keju, yogurt, dan jus jeruk yang telah mengalami proses fortifikasi.


26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Valiani M, et al. (2010). The effects of massage therapy on dysmenorrhea caused by endometriosis. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3093183/)
Sharifzadeh F, et al. (2018). A comparison between the effects of ginger, pyridoxine (vitamin B6) and placebo for the treatment of the first trimester nausea and vomiting of pregnancy (NVP). DOI: (https://doi.org/10.1080/14767058.2017.1344965)
Ramos CI, et al. (2015). The short-term effects of olive oil and flaxseed oil for the treatment of constipation in hemodialysis patients. DOI: (https://doi.org/10.1053/j.jrn.2014.07.009)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app