Mengenal Jenis-Jenis Sariawan dan Penyebabnya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mei 20, 2019 Waktu baca: 2 menit
Mengenal Jenis-Jenis Sariawan dan Penyebabnya

Sariawan dalam istilah medis disebut stomatitis, merupakan istilah umum yang menunjukkan peradangan dan rasa sakit pada mulut sehingga dapat membuat penderitanya terganggu saat makan, bicara, dan tidur. Sariawan dapat terjadi di bagian mana saja dalam mulut, termasuk pada pipi bagian dalam, bibir, gusi, lidah, dan langit-langit.

Jenis Jenis Sariawan

Tahukah Anda sariawan ternyata memiliki beberapa jenis, dan penyebab sariawan pun berbeda-beda untuk tiap jenisnya, berikut jenis-jenis sariawan yang perlu Anda ketahui:

Stomatitis Aphtous atau canker sore

Merupakan jenis sariawan yang sering terjadi disebut juga dengan istilah ulkus aphthous, merupakan ulkus (luka sariawan) yang berwarna pucat atau kuning dengan pinggir luarnya berwarna kemerahan baik tunggal maupun berkelompok yang terletak dalam mulut , gusi, lidah (baca: sariawan di lidah). Biasanya berlangsung selama 5 sampai 10 hari dan tidak disertai demam atau badan panas dingin. Sariawan ini jarang terjadi pada permukaan bibir.

Sariawan Herpes Simplex atau cold sore

Sesuai dengan namanya sariawan ini disebabkan oleh infeksi virus herpes. Memiliki ciri sariawan yang berkelompok pada bibir bagain dalam, sedangkan herpes pada kulit sekitar bibir berisi cairan yang lambat laun akan berkerak atau keropeng. Sariawan yang disebabkan oleh herpes ini jarang terjadi pada gusi atau langit-langit mulut. Namun, sering terjadi pada permukaan bibir. Berlangsung sekitar 1 sampai 2 minggu. Munculnya biasanya bergerombol 10-100 benjolan kecil berisi cairan, Sebelum muncul sariawan biasanya didahului dengan rasa kesemutan, nyeri, atau pedih panas seperti terbakar. Terkadang disertai dengan gejala yang mirip pilek atau flu.

Penyebab Sariawan Sesuai Jenisnya

Sekilas sudah saya sebutkan di atas, namun lebih lengkap berikut penyebab sariawan sesuai jenisnya:

Penyebab Sariawan Aphtous

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab sariawan ini, akan tetapi terdapat banyak faktor yang mungkin berkontribusi terhadap timbulnya stomatitis aphtous ini, seperti infeksi bakteri atau virus, konsumsi obat-obatan tertentu, kekurangan gizi, stres,  kurang tidur, trauma pada mulut, penurunan berat badan yang mendadak, dan makanan tertentu seperti kopi, cokelat, keju, kentang, buah jeruk, dan kacang-kacangan.

Sariawan ini juga dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat penyakit pilek atau flu, perubahan hormonal, atau kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

beberapa faktor pemicu lainnya sebagai berikut:

  • Tergigitnya pipi, lidah, atau bibir
  • Pemakaian kawat gigi atau peralatan gigi lain yang tajam, dan gigi yang patah.
  • Penyakit gusi (gingivitis) atau infeksi mulut lainnya.
  • Makanan atau minuman yang panas
  • Nginang (Mengunyah tembakau)
  • Alergi terhadap hal-hal tertentu, seperti makanan atau obat-obatan.
  • Penyakit autoimun yang mempengaruhi lapisan mukosa mulut, seperti penyakit lupus, penyakit Crohn, atau penyakit Behcet .
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat kemoterapi, antibiotik, obat yang digunakan untuk rheumatoid arthritis , atau obat epilepsi.
  • Paparan radiasi pada pengobatan kanker.

Penyebab Sariawan Herpes

Cold sore disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV1) dan tipe 2 (HSV2). Tidak seperti sariawan aphtous, sariawan ini dapat menular. Infeksi awal sering terjadi sebelum dewasa dan mungkin gejalanya rancu dengan pilek atau flu karena mirip. Setelah seseorang terinfeksi, virus akan tetap berada dalam tubuh dan akan menjadi aktif ketika daya tahan tubuh drop . Beberapa gejala penyerta seperti demam, gusi nyeri, sakit kepala, radang tenggorokan, nyeri otot atau pembesaran kelenjar getah bening.

Ketika luka sariawan muncul kembali, lokasinya akan cenderung sama. Selain dapat menular ke orang lain, virus ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti pada mata atau alat kelamin dengan istilah yang sama pula yaitu herpes simpleks.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Aphthous Stomatitis. Children's Hospital of Philadelphia. (https://www.chop.edu/conditions-diseases/aphthous-stomatitis)
Aphthous Stomatitis: Background, Pathophysiology, Epidemiology. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/1075570-overview)
Recurrent aphthous stomatitis. UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/recurrent-aphthous-stomatitis)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app