Gejala Hepatitis A, B, dan C Serta Penularannya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 24, 2019 Waktu baca: 3 menit
Gejala Hepatitis A, B, dan C Serta Penularannya

Secara bahasa hepatitis adalah peradangan pada hati. Penyakit hepatitis dapat disebabkan oleh obat-obatan, alkohol, atau kondisi medis tertentu. Dan dalam banyak kasus, disebabkan oleh virus yang diberi nama hepatitis A, B, dan C dengan gejala yang hampir sama.

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A dan seterusnya. Dalam bahasa kedokteran atau inggris hati disebut liver. Maka penyakit liver berarti penyakit hati yang bersifat umum, dan hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit liver. Gejala Hepatitis A, B, dan C dalam kondisi Akut (penyakit jangka pendek) semuanya hampir mirip seperti kelelahan, lemas, mual muntah, tidak nafsu makan, sakit perut, demam ringan, kulit kuning, dan mata kuning (jaundice) disertai urin berwarna gelap (kuning kecoklatan). Hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi hepatitis kronis (penyakit jangka panjang) sehingga gejalanya dapat dialami selama bertahun-tahun dan menyebabkan penyakit liver atau kerusakan hati yang parah.

Iklan dari HonestDocs
Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Secara Lebih Rinci berikut Gejala Hepatitis A, B, dan C.

Gejala Hepatitis A

Gejala Hepatitis A biasanya ringan, dan bahkan banyak yang terinfeksi tapi mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang sakit. Gejala Hepatitis A akut seperti telah disebutkan diatas yakni demam, lemah, tidak nafsu makan, mual muntah, dan kulit, mata serta air seni menjadi kuning. Virus heatitis A hampir selalu hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan kerusakan hati jangka panjang, artinya tidak menyebabkan hepatitis kronis.

Hepatitis A sangat menular dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui rute fecal-oral (lewat makanan yang tercemar). Makanan dapat tercemar ketika disentuh oleh penderita hepatitis A yang tidak mencuci tangan setelah BAB. Sehingga sejumlah kecil tinja yang terinfeksi berpindah atau menyebar ke makanan. Jika makanan yang tercemar dimakan orang lain, maka ia dapat tertular. Dengan demikian sangat mudah menyerang orang lain dan dapat mewabah.

Ketika terdapat tanda-tanda dan gejala Hepatitis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya hepatitis A. Pengobatan bersifat supportif artinya hanya memberi obat-obatan sesuai gejala yang ada, terkadang pasien perlu perawatan di rumah sakit karena kebenyakan mengalami muntah, badan lemah, dan pasien harus istirahat total.

Gejala Hepatitis B

Hepatitis B merupakan infeksi virus hepatitis yang sangat menular. Penularan melalui aktivitas seksual dengan pasangan yang terinfeksi atau melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh dari seseorang dengan Hepatitis B, seperti menggunakan jarum suntik bergantian.

Kebanyakan orang memiliki gejala hepatitis B akut dalam waktu yang singkat, kemudian sembuh dengan sendirinya. Tapi beberapa orang tidak mampu membasmi virus dari tubuh sehingga infeksi dapat berlanjut menjadi kronis (jangka panjang). Hampir 90% bayi yang terinfeksi akan terus memiliki virus seumur hidupnya. Seiring waktu, Hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius termasuk sirosis hingga kanker hati.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Hepatitis via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket hepatitis hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

contoh kanker hati

Gejala Hepatitis C

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus hepatitis C tidak selalu menunjukkan gejala hepatitis, Namun jika gejalanya muncul mungkin termasuk:

  • Kelelahan
  • Nyeri perut uluhati atau kanan atas
  • Nyeri sendi dan otot
  • Rasa gatal pada kulit
  • Urin berwarna gelap (kuning kecoklatan)
  • Jaundice, suatu kondisi di mana kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning. Lebih lanjut silahkan baca Sakit Kuning
  • Kelelahan
  • Nyeri perut uluhati atau kanan atas
  • Nyeri sendi dan otot
  • Rasa gatal pada kulit
  • Urin berwarna gelap (kuning kecoklatan)
  • Jaundice, suatu kondisi di mana kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning. Lebih lanjut silahkan baca Sakit Kuning

Infeksi Hepatitis C Dapat Menyebabkan Kerusakan Hati (Sirosis). Jika Terjadi Sirosis Hati, Maka Akan Muncul Gejala Berikut Ini:

  • Kemerahan pada telapak tangan
  • Pembuluh darah yang tampak nyata dan berkelompok di bawah kulit yang terlihat seperti laba-laba merah kecil dan biasanya muncul pada dada, bahu, dan wajah.
  • Pembengkakan perut, tungkai, dan kaki.
  • Otot menyusut atau mengecil.
  • Kemerahan pada telapak tangan
  • Pembuluh darah yang tampak nyata dan berkelompok di bawah kulit yang terlihat seperti laba-laba merah kecil dan biasanya muncul pada dada, bahu, dan wajah.
  • Pembengkakan perut, tungkai, dan kaki.
  • Otot menyusut atau mengecil.

Hepatitis C juga dapat menular, paling sering ditularkan melalui kontak darah ke darah (seperti yang mungkin terjadi ketika berbagi jarum suntik selama penggunaan narkoba).

Hepatitis C lebih sulit menular dibandingkan dengan Hepatitis A dan B, tetapi tidak dapat disembuhkan pada kebanyakan orang yang terkena dan sampai saat ini belum ada vaksin untuk melawan hepatitis C ini. Sekitar 90% dari orang dengan Hepatitis C mengembangkan infeksi kronis dan terus menular kepada orang lain.

Infeksi Hepatitis C dapat meningkatkan risiko kanker hati, gagal hati dan bahkan kematian. Terinfeksi dua jenis Hepatitis pada saat yang sama, (Hep A, B atau C), dapat mempercepat laju kerusakan hati, oleh karena itu siapapun yang terinfeksi Hepatitis C harus divaksinasi hepatitis A dan B.

Kesimpulan

Gejala hepatitis akut (A, B, dan C) antara lain menguningnya kulit dan mata, mual muntah, demam dan lemah. Hepatitis kronis (B dan C) mungkin tidak memiliki gejala, dan dapat bertahan bertahun-tahun dan menyebabkan sirosis hati, yang berarti hati menjadi keras mengecil dan kurang fungsional dengan gejala seperti telah disebutkan di atas. Penyakit hepatitis A dan B dapat dicegah dengan vaksinasi sedangkan vaksin untuk Hepatitis C belum tersedia.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hepatitis B vs. hepatitis C: Differences and which is worse. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323455.php)
A Visual Guide to Hepatitis A, B, C. WebMD. (https://www.webmd.com/hepatitis/ss/slideshow-hepatitis-overview)
Viral Hepatitis A, B, C, D, E: Acute & Chronic Symptoms & Treatment. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/viral_hepatitis/article.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app