Jangan Asal Minum Antibiotik untuk Mengobati Jerawat, Ini Dampaknya

Dipublish tanggal: Jun 26, 2019 Update terakhir: Jan 18, 2023 Tinjau pada Jul 22, 2019 Waktu baca: 2 menit
Jangan Asal Minum Antibiotik untuk Mengobati Jerawat, Ini Dampaknya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penggunaan antibiotik untuk mengobati jerawat tidak bisa sembarangan, tergantung tingkat keparahan jerawat dan jenis antibiotik yang digunakan;
  • Bukan dengan amoxicillin, antibiotik jenis doxycycline atau clindamycin dapat digunakan untuk mengobati jerawat;
  • Penggunaan campuran antibiotik dan air mawar ke wajah justru dikhawatirkan dapat mengiritasi kulit dan memperparah jerawat, khususnya bagi orang yang alergi;
  • Antibiotik hanya boleh diminum sesuai anjuran dokter dan tidak untuk jangka panjang;
  • Klik untuk mendapatkan obat antibiotik ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD;
  • Dapatkan paket perawatan jerawat (acne) dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan perawatan kecantikan yang Anda butuhkan.

Belakangan ini, penggunaan antibiotik untuk mengobati jerawat santer dibicarakan di media sosial. Sebuah unggahan menyebutkan bahwa minum obat antibiotik jenis Amoxicillin disebut-sebut ampuh memberantas jerawat yang membandel.

Menanggapi unggahan tersebut, warganet lainnya ikut membuktikan bahwa dirinya berhasil terbebas dari jerawat setelah menggunakan campuran antibiotik dengan air mawar. Maka tak heran jika setelahnya, banyak orang tergiur untuk ikut mencobanya di rumah.

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Namun tunggu dulu, apa benar antibiotik boleh digunakan untuk mengobati jerawat? Bagaimana dunia medis menanggapi soal ini? Simak ulasannya berikut ini.

Amankah minum antibiotik untuk mengobati jerawat?

Sebelum mengetahui aman atau tidaknya antibiotik untuk obat jerawat, Anda harus tahu dulu soal dua hal, yaitu jerawat dan antibiotik.

Jerawat bukanlah suatu infeksi, tapi gangguan kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Sedangkan antibiotik merupakan golongan obat yang ditujukan untuk mengatasi atau mencegah infeksi.

Kalau dilihat sekilas, antibiotik tidak diperuntukkan bagi jerawat karena jerawat bukan termasuk infeksi. Namun dalam beberapa kasus, antibotik dapat diresepkan untuk membantu menyembuhkan jerawat. Lantas, apakah ini artinya antibiotik boleh dan aman digunakan untuk mengobati jerawat?

Jawabannya adalah belum tentu. Hal ini tergantung dari tingkat keparahan jerawat dan jenis antibiotik apa yang Anda gunakan.

Antibiotik biasanya diberikan untuk orang-orang yang jerawatnya tergolong sedang hingga parah. Antibiotik bekerja dengan cara melawan peradangan pada kulit dan membantu menenangkan jerawat. Lantas, bagaimana dengan amoxicillin, apakah jenis antibiotik ini aman untuk menyembuhkan jerawat?

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Amoxicillin adalah obat antibiotik golongan penicillin yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri. Umumnya, jenis antibiotik ini dimanfaatkan untuk mengobati infeksi pada saluran pernapasan, saluran kemih, telinga, dan beberapa masalah kulit. Namun, sayangnya tidak tepat jika amoxicillin digunakan sebagai obat jerawat.

Kalau Anda ingin mengobati jerawat dengan antibiotik, jenis doxycycline atau clindamycin sebetulnya sudah cukup. Sementara jika Anda menggunakan amoxicillin, risiko resistensi bakteri cenderung lebih besar. Apalagi kalau digunakan dalam jangka panjang, maka bakteri penyebab jerawat akan semakin resisten dan justru makin susah hilang.

Baca selengkapnya: Alasan Timbul Jerawat Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Bahaya penggunaan antibiotik jangka panjang untuk obat jerawat

Walaupun efeknya cukup ampuh, ini bukan berarti Anda boleh terus-terusan minum antibiotik demi memberantas jerawat yang mengganggu. Alih-alih menyembuhkan, minum antibiotik dalam jangka panjang justru bisa membuat bakteri jadi kebal.

Lebih parahnya lagi, penggunaan antibiotik dosis tinggi dapat membunuh kuman-kuman alami yang ada di bagian tubuh lainnya. Belum lagi dengan efek samping antibiotik yang dapat muncul, sehingga risiko infeksinya bisa jadi lebih serius.

Kalaupun Anda memang ingin menggunakan antibiotik untuk mengobati jerawat, pastikan Anda mendapatkan resep antibiotik dari dokter. Sebab kembali lagi, tidak semua kasus jerawat butuh antibiotik dan kalaupun diperlukan, dosis antibiotik bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Penggunaan campuran antibiotik dan air mawar ke wajah sebetulnya juga tidak memberikan efek apa-apa. Bahkan, cara ini dikhawatirkan akan memicu iritasi pada kulit dan memperparah jerawat, khususnya bagi orang yang alergi.

Langkah-langkah mengatasi jerawat membandel

Secara garis besar, antibiotik hanya digunakan untuk mengendalikan kolonisasi kuman dalam tubuh, terutama pada kasus jerawat sedang hingga parah. Jika jerawat Anda disebabkan oleh faktor hormonal atau salah pakai kosmetik, maka Anda tentu tidak bisa hanya mengandalkan antibiotik supaya jerawatnya hilang.

Supaya tidak ketergantungan dengan antibiotik, berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jerawat membandel:

1. Minum antibiotik sesuai anjuran

Ingat, antibiotik hanya boleh digunakan sesuai dosis dan sesingkat mungkin. Dengan kata lain, antibiotik tidak boleh digunakan dalam jangka panjang untuk mencegah resistensi antibiotik.

2. Atur pola makan

Penyebab jerawat juga bisa berasal dari makanan, misalnya makanan berminyak atau berlemak, cokelat, keju, atau gula. Sebaiknya hindari jenis makanan ini supaya jerawat Anda lebih 'tenang' dan tidak makin meradang.

Baca juga: Ingin Kulit Mulus? Kurangi Makanan Penyebab Jerawat Berikut

3. Hindari scrub kulit

Untuk mengatasi jerawat, Anda mungkin ingin melakukan scrubbing untuk merontokkan sisa-sisa kuman dan bakteri di wajah. Hati-hati, cara ini justru bisa mengiritasi kulit dan memperparah jerawat, lho!

Sebaiknya hindari melakukan scrub wajah sampai jerawat Anda mereda. Saat cuci muka, usap wajah pelan-pelan (jangan gosok terlalu keras) supaya kulit tetap lembap tanpa memicu jerawat baru.

4. Rutin kontrol ke dokter kulit

Penting juga bagi Anda untuk tetap kontrol rutin ke dokter kulit. Dokter akan membantu melihat perkembangan perawatan wajah Anda dan meresepkan salep atau krim untuk membantu menyembuhkan jerawat.

Baca selengkapnya: Cara Menghilangkan Jerawat dengan Tuntas

33 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Acne Treatment: Types, Side Effects, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/acne-treatment)
Doctors turning to antibiotic alternatives to treat acne. ScienceDaily. (https://www.sciencedaily.com/releases/2019/04/190424125214.htm)
Topical antibiotics for acne. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6491308/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app