Mengenal Jenis, Ciri Ciri, dan Penyebab Kanker Tulang

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 4, 2022 Tinjau pada Mei 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Jenis, Ciri Ciri, dan Penyebab Kanker Tulang

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kanker tulang adalah tumor ganas pada tulang yang dapat menghancurkan jaringan tulang normal sehingga merusak struktur tulang;
  • Ada 3 jenis kanker tulang primer yang tumbuh di jaringan tulang itu sendiri, yaitu osteosarcoma, chondrosarcoma, dan ewing sarcoma;
  • Ciri ciri kanker tulang dapat berupa nyeri pada tulang, pembengkakan, mudah patah (rapuh), dan penurunan berat badan drastis;
  • Penyebab kanker tulang ewing sarcoma umum disebabkan oleh faktor keturunan, penyakit anak bawaan, atau paparan radiasi sebelumnya;
  • Booking paket pemeriksaan kesehatan secara online melalui HDmall di rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat melalui HDmall;
  • Klik untuk membeli obat kanker yang dikirim ke rumah Anda hanya di HDmall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Kanker tulang merupakan tumor ganas pada tulang yang dapat menghancurkan jaringan tulang yang normal. Perlu diketahui bahwa tidak semua tumor tulang itu ganas. Bahkan, tumor tulang yang jinak lebih banyak daripada yang ganas (kanker).

Bedanya, tumor jinak hanya tumbuh membesar dan menekan tulang yang sehat serta jaringan disekitarnya, sedangkan risiko kanker tulang akan dapat menyebar dan mengancam nyawa.

Atas dasar itulah mengetahui ciri ciri atau gejala kanker tulang serta penyebab kanker tulang akan sangat diperlukan guna mendapatkan terapi secara dini serta mengupayakan langkah pencegahan. Semakin cepat ditangani, maka angka keberhasilan kesembuhan akan lebih tinggi.

3 Jenis Kanker Tulang

Tumor ganas yang tumbuh dari jaringan tulang itu sendiri disebut kanker tulang primer. Sedangkan kanker yang berasal dari luar tulang, bermetastasis (menyebar), ke tulang disebut sebagai kanker metastatik atau kanker tulang sekunder. 

Sel kanker biasanya berasal dari payudara, paru-paru, atau prostat. Kanker tulang primer jauh lebih sering terjadi daripada kanker tulang metastatik.

3 Jenis kanker tulang primer, meliputi:

1. Osteosarcoma

Kanker tulang osteosarcoma merupakan jenis sel kanker yang paling sering ditemukan. Kanker tulang ini berasal dari sel mesenkimal primitif yang membentuk tulang keras (osteosit). Kanker tulang ini paling sering terjadi pada tulang betis bagian distal (dekat lutut), tulang kering bagian proksimal (dekat lutut), dan lengan atas bagian proksimal.

2. Chondrosarcoma

Sel kanker yang berasal dari jaringan tulang rawan atau kartilago. Chondrosarcoma terjadi paling sering pada panggul (terletak antara tulang pinggul), tulang paha, lutut, panggul, lengan, dan bahu. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa dan berisiko lebih parah pada usia lanjut (lansia).

3. Ewing Sarcoma

Jenis kanker ewing sarcoma merupakan kanker pada tulang yang juga dapat muncul pada jaringan lunak (otot, lemak, jaringan fibrosa, pembuluh darah, atau jaringan pendukung lainnya). 

Para ilmuwan menduga ewing sarkoma berasal dari unsur-unsur jaringan saraf primitif (sel mesenkimal saat didalam kandungan). Ewing Sarcoma ini paling sering terjadi di sepanjang tulang punggung dan panggul, tulang kaki dan lengan.

Baca selengkapnya: Tanda, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Kanker Ewing Sarcoma

Ciri Ciri Kanker Tulang

Ciri ciri dan gejala kanker tulang, meliputi:

  • Nyeri pada tulang
  • Pembengkakan dan nyeri di sekitar
  • Patah tulang tak wajar (mudah patah)
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Rasa sakit atau nyeri pada tulang adalah gejala kanker tulang yang paling sering muncul, akan tetapi tidak semua kanker tulang menyebabkan nyeri. Rasa sakit yang persisten atau tidak biasa serta pembengkakan pada tulang atau area sekitarnya juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan diagnosis yang tepat.

Baca juga: 15 Pilihan Obat Nyeri Tulang di Apotek dan Alami

Penyebab Kanker Tulang

Meskipun kanker tulang tidak memiliki penyebab yang jelas, para peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker tulang. 

Berikut beberapa faktor risiko penyebab kanker tulang:

  • Osteosarkoma lebih sering terjadi pada orang yang sering menjalani terapi radiasi eksternal dalam dosis yang besar atau pengobatan dengan obat anti kanker tertentu; anak-anak tampaknya sangat rentan dengan hal ini.
  • Sejumlah kasus kanker tulang disebabkan karena faktor keturunan. Misalnya, anak-anak yang memiliki retinoblastoma herediter (kanker mata) berada pada risiko lebih tinggi terkena osteosarcoma, terutama jika mereka juga menjalani terapi radiasi.
  • Orang yang memiliki cacat keturunan dari tulang dan orang-orang dengan implan logam (pen atau plat), yang digunakan dokter untuk memperbaiki patah tulang, lebih mungkin untuk mengembangkan osteosarcoma.
  • Penyebab kanker tulang jenis ewing sarcoma lebih utama disebabkan oleh faktor keturunan, penyakit anak bawaan, atau paparan radiasi sebelumnya.

Baca selengkapnya: 9 Penyebab Kanker Tulang Yang Perlu Diwaspadai

Jika seseorang memiliki gejala atau ciri ciri kanker tulang seperti di atas, langkah terbaik yang disarankan adalah melakukan pemeriksaan ke dokter. Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang sepeti rontgen (x-ray) atau pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis kanker tulang.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bone Cancer: Types, Causes & Symptoms. Healthline. (https://www.healthline.com/health/bone-cancer)
Bone cancer: Survival rate, causes, types, and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/171372.php)
Bone Cancer & Tumors: Symptoms, Treatment and Types. WebMD. (https://www.webmd.com/cancer/bone-tumors)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app