Panduan Pakai Obat Kumur yang Benar dan Efektif

Dipublish tanggal: Jun 24, 2019 Update terakhir: Jan 10, 2022 Tinjau pada Jul 3, 2019 Waktu baca: 3 menit
Panduan Pakai Obat Kumur yang Benar dan Efektif

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kandungan obat kumur secara umum terdiri dari fluoride, antimikroba, garam astringent, dan pemutih;
  • Manfaat obat kumur dapat membantu mengatasi bau mulut serta berbagai masalah gigi dan mulut seperti penyakit gusi, gigi berlubang, hingga memutihkan gigi;
  • Perlu dicatat bahwa obat kumur tetap tidak dapat menggantikan kebiasaan menyikat gigi maupun flossing;
  • Hindari obat kumur yang mengandung alkohol, sebab alkohol dapat membuat mulut jadi kering dan merangsang bau mulut;
  • Hindari langsung pakai obat kumur setelah meyikat gigi karena justru dapat membilas fluoride di gigi yang berasal dari pasta gigi Anda sebelumnya;
  • Idealnya, obat kumur perlu digunakan selama 30-60 detik supaya kandungannya terserap maksimal di gigi dan mulut, setelah itu baru dibuang dari mulut;
  • Klik untuk mendapatkan obat kumur ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Bagi sebagian orang, menyikat gigi saja kadang tidak cukup untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Karena dirasa kurang maksimal bersihnya, Anda mungkin langsung lanjut menggunakan obat kumur supaya gigi semakin terlindungi dari kuman dan bakteri.

Namun, tahukah Anda bahwa cara menggunakan obat kumur tidak hanya sekadar berkumur beberapa detik dan membuangnya begitu saja? Lantas, bagaimana cara pakai obat kumur yang tepat dan efektif? Berikut informasi selengkapnya.

Berbagai manfaat obat kumur

Sebagian orang menganggap obat kumur sebagai 'obat' yang hanya ampuh untuk mengatasi bau mulut. Padahal, manfaat obat kumur bukan cuma itu, lho!

Menurut Mark Wolff, DSS, PhD, pimpinan kariologi dan perawatan komprehensif di New York University College of Dentistry, obat kumur juga dapat membantu mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut. Mulai dari mengurangi risiko penyakit gusi, gigi berlubang, hingga memutihkan gigi.

Manfaat obat kumur tentunya berasal dari zat-zat yang terkandung di dalamnya. Kandungan setiap obat kumur sebetulnya sama, tetapi secara umum meliputi:

  • Fluoride: Mengurangi risiko kerusakan gigi dan mencegah karies gigi.
  • Antimikroba: Membunuh bakteri penyebab bau mulut, plak, dan radang gusi.
  • Garam astringent: Sejenis deodorizer yang dapat menyamarkan bau mulut.
  • Pemutih: Contohnya peroksida, untuk mencegah noda pada gigi.

Walau manfaatnya sangat menakjubkan, perlu dicatat bahwa obat kumur tetap tidak dapat menggantikan kebiasaan menyikat gigi maupun flossing. Anda tidak bisa hanya mengandalkan beberapa detik untuk berkumur-kumur dan setelah itu gigi Anda langsung putih dan nafas pun jadi segar.

Anda tetap perlu menyikat gigi dan diseimbangkan dengan pakai obat kumur. Kebiasaan menyikat gigi dapat membantu menghilangkan bakteri-bakteri penyebab masalah gigi dan mulut, sedangkan obat kumur berperan untuk membilas sisa-sisa bakteri yang ada.

Jika keduanya dilakukan dengan benar dan teratur, maka kesehatan gigi dan mulut Anda akan tetap terjaga. Bahkan, memiliki nafas segar dan gigi seputih kapas bukan lagi hanya mimpi bagi Anda.

Baca selengkapnya: Cara Memutihkan Gigi Alami, Mudah, dan Murah

Begini cara pakai obat kumur yang benar

Supaya Anda bisa mendapatkan manfaat obat kumur dengan maksimal, obat kumur tentu harus digunakan dengan benar. Salah cara pakai obat kumur tak hanya bisa membilas manfaatnya, tapi juga memancing kuman dan bakteri bersarang di mulut Anda.

Supaya tidak salah langkah, berikut cara pakai obat kumur yang tepat dan efektif:

1. Perhatikan kandungan dalam obat kumur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, manfaat obat kumur tergantung dari kandungan obat kumur itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memilih obat kumur yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Pilihlah obat kumur yang mengandung fluoride, chlorhexidine, dan cetylpyridinium chloride. Ketiga bahan tersebut terbukti dapat mengurangi plak dan melawan gigi berlubang.

Hindari obat kumur yang mengandung alkohol, sebab alkohol dapat membuat mulut jadi kering dan merangsang bau mulut. Pada beberapa orang, alkohol juga dapat menyebabkan gigi sensitif.

Baca juga: Penyebab dan Cara Merawat Gigi Sensitif

2. Hindari pakai obat kumur langsung setelah sikat gigi

Biasanya, kebanyakan orang akan langsung memakai obat kumur sesaat setelah menyikat gigi. Katanya, cara ini dapat memberikan perlindungan ganda terhadap lapisan gigi dan mulut Anda. 

Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Langsung pakai obat kumur setelah meyikat gigi justru dapat membilas fluoride di gigi yang berasal dari pasta gigi Anda sebelumnya. Akibatnya, gigi malah jadi mudah terkikis dan memicu gigi berlubang.

Kalau Anda ingin pakai obat kumur, pilihlah waktu yang berbeda dengan waktu menyikat gigi. Misalnya kalau Anda terbiasa menyikat gigi di pagi hari dan malam sebelum tidur, Anda bisa memakai obat kumur setelah makan. Setelah itu, hindari makan atau minum apa pun 30 menit setelah menggunakan obat kumur agar manfaatnya maksimal.

3. Jangan kumur-kumur terlalu cepat

Seberapa lama Anda berkumur-kumur dengan obat kumur? Apakah hanya beberapa detik langsung di buang atau sanggup lebih lama hingga 30 detik?

Kebanyakan orang hanya berkumur-kumur sebentar dan langsung membuangnya. Padahal, cara ini justru membuat manfaat obat kumur jadi sia-sia.

Idealnya, obat kumur perlu digunakan selama 30-60 detik supaya kandungannya terserap maksimal di gigi dan mulut Anda. Setelah itu, barulah Anda boleh membuangnya dari mulut.

Perlu dicatat bahwa ini juga bukan berarti Anda bisa terlalu lama memakai obat kumur demi meraup manfaatnya yang melimpah. Alih-alih menyehatkan gigi dan mulut, kelamaan pakai obat kumur justru bisa membuat mulut kering.

Efek obat kumur memang tidak instan. Artinya, Anda tidak dapat melihat perubahan warna gigi menjadi lebih putih dalam sekejap.

Terus pakai obat kumur secara rutin sampai Anda bisa membuktikan sendiri hasilnya. Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai terlihat perbedaannya.

Baca selengkapnya: 10 Cara Merawat Gigi Sehari-Hari untuk Anak dan Dewasa


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
To Mouthwash or Not to Mouthwash? - Dental Health Center - EverydayHealth.comcancel (https://www.everydayhealth.com/dental-health/to-mouthwash-or-not-to-mouthwash.aspx)
Choosing Dental Care Products: Mouthwash, Fluoride Rinses, and More (https://www.webmd.com/oral-health/guide/dental-health-dental-care-products#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app