Cara Mengobati Sinusitis Hingga Tuntas Tanpa Operasi

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Cara Mengobati Sinusitis Hingga Tuntas Tanpa Operasi

Pada masa pancaroba biasanya daya tahan tubuh berkurang, sehingga rentan terserang penyakit. Salah satunya flu yang seringkali membuat hidung meler atau tersumbat, sakit kepala juga demam. Namun, bila gejala-gejala ini tak kunjung reda terlebih disertai rasa sakit atau nyeri di wajah, hati-hati! Bisa jadi ini merupakan gejala sinusitis.

Agar tak terkecoh antara gejala flu dan sinusitis yang hampir sama, mari kita ketahui lebih dalam tentang penyakit sinusitis, gejala dan bagaimana cara mengobatinya.

Apa Itu Sinusitis?

Sinusitis merupakan peradangan pada sinus, yaitu rongga kecil berisi udara di balik tulang wajah yang terhubung dengan hidung. Peradangan ini membuat rongga sinus yang mestinya berisi udara dan sedikit lendir menjadi tersumbat, akibat produksi lendir berlebih yang terperangkap didalamnya.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari virus (biasanya dari paparan udara), bakteri (gigi bolong atau karies), infeksi jamur, alergi, kelainan struktur anatomis hidung, polip hidung atau kebiasaan merokok.

Secara klinis, sinusitis dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

Sinusitis akut

Sinusitis jenis ini biasanya berlangsung selama 4 minggu atau kurang.

Sinusitis subakut

Sinusitis jenis ini biasanya berlangsung selama 4 sampai 8 minggu. 

Sinusitis kronis 

Sinusitis jenis ini dapat berlangsung hingga 8 minggu lebih. Biasanya timbul akibat dari sinusitis akut yang tidak ditangani dengan baik atau karena polip hidung.

Sinusitis kambuhan

Sinusitis jenis ini dapat berlangsung lama dan dapat terjadi berulang kali dalam setahun. Lebih sering disebabkan karena alergi.

Apa Saja Gejala Sinusitis?

Seseorang yang mengalami sinusitis akan menunjukkan beberapa gejala seperti:

  • Munculnya lendir berwarna kuning atau hijau dari hidung.
  • Sakit kepala.
  • Terasa nyeri di bagian wajah terutama sekitar mata (sampai mengeluarkan air mata), dahi dan hidung.
  • Indera penciuman terganggu.
  • Batuk.
  • Hidung tersumbat.
  • Demam.
  • Nafas berbau.
  • Kelelahan.
  • Sakit tenggorokan.

Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Oleh karena itu, penting untuk menanganinya dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi lain yang lebih serius.

Bagaimana Cara Mengobati Sinusitis?

Penting untuk mengetahui cara mengobati sinusitis, karena apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti meningitis dan kebutaan.

Agar pengobatan benar-benar efektif, tidak hanya berkutat pada gejalanya saja, kuncinya kita harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Untuk memastikannya tentu saja tidak ada pilihan lain kecuali dengan segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit dan melakukan tes seperti Ultrasonografi sinus, CT-scan atau MRI.

Untuk pengobatannya sendiri dapat dilakukan dengan kombinasi obat-obatan apotek dan treatment di rumah. Apabila keduanya tidak menunjukkan hasil yang positif maka dibutuhkan tindakan operasi pada sinus.

Obat Sinusitis yang Biasa Digunakan

1. Antibiotik

Penggunaan antibiotik ini dilakukan selama 10-14 hari pada sinusitis akut dan tentunya akan lebih lama pada sinusitis kronis.

Obat antibiotik diberikan apabila sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri bukan infeksi virus. Oleh karena itu penting untuk mengetahui penyebabnya, agar pengobatan tidak sia-sia. Karena banyak kasus menunjukkan penderitanya yang mengonsumsi obat antibiotik padahal sinusitisnya disebabkan oleh infeksi virus.

2. Obat Pereda Rasa Sakit 

Untuk meredakan gejala dan rasa sakit yang ditimbulkan akibat sinusistis seperti sakit kepala atau demam, dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen atau parasetamol (asetaminofen) yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter.

Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter atau apoteker mengenai obat yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda. Ikuti petunjuk penggunaan, dan jangan sampai mengonsumsinya lebih dari 10 hari.

3. Dekongestan

Obat ini dapat membantu mengurangi lendir pada sinus dan mengatasi hidung yang tersumbat. Dekongestan dapat dibeli dengan bebas di apotek dalam bentuk tablet atau semprot hidung. Jangan menggunakan obat ini lebih dari seminggu guna menghindari efek samping yang berisiko memperburuk gejala yang ada.

4. Obat Anti Alergi

Banyak penderita sinusitis yang tidak menyadari bahwa sinusitis yang dideritanya disebabkan oleh alergi. Segera periksakan diri ke dokter apabila sinusitis terjadi berulang-ulang kali dalam setahun. Curigai apabila dalam kondisi tertentu seperti udara dingin, sinusitis menyerang Anda, bisa jadi itu akibat alergi.

Untuk mengatasi gejala sinusitis pada kasus ini dapat mengonsumsi obat anti alergi seperti antihistamin atau suntikan alergi (imunoterapi). Segera cari tahu penyebabnya guna mencegah sinusitis kambuh sekaligus sebagai cara mengobati sinusitis yang efektif.

5. Kortikosteroid

Untuk mengurangi pembengkakan pada sinus dibutuhkan obat kortikosteroid inhalasi yang dapat diterapkan langsung ke selaput lendir (topikal) sebagai semprot hidung atau pada kasus sinusitis kronis yang gejalanya sudah cukup berat dapat diberikan secara oral.

Perawatan Rumah untuk Mengobati Sinusitis

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, treatment atau perawatan dirumah juga dapat dilakukan sebagai salah satu cara mengobati sinusitis.

Berikut beberapa tipsnya:

1. Jaga Kelembaban Udara

Untuk mengatasi gejala sinusitis seperti batuk atau mata berair, menjaga kelembapan udara di ruangan atau tempat kita beristirahat seperti kamar sangat penting. Jaga kelembapan udara agar tidak terlalu kering juga tidak terlalu rendah. Anda dapat menggunakan alat humidifier untuk menjaga tingkat kelembapan udara. Jangan lupa untuk rutin membersihkannya beberapa hari sekali guna mencegah pertumbuhan jamur yang berkembang pada genangan air didalamnya.

2. Lembabkan Rongga Sinus 

Untuk mengatasi pembengkakan dan hidung yang tersumbat dapat dilakukan dengan cara melembabkan rongga sinus. Caranya? dekatkan wajah ke mangkuk atau wadah yang telah di isi air panas sebelumnya, lalu hirup uapnya. Lakukan treatment ini 2-3 kali sehari agar lendir mencair.

3. Kompres Wajah dengan Handuk Hangat

Untuk meringankan rasa sakit di wajah akibat sinusitis, letakkan handuk hangat pada wajah dan biarkan beberapa menit hingga handuk sudah terasa dingin, lalu ulangi lagi beberapa kali. Pastikan untuk melakukan treatment ini 2-3 kali sehari sebagai cara mengobati sinusitis.

4. Bilas Saluran Hidung

Gunakan botol yang dirancang khusus seperti sinus rinse, saline canister atau sejenisnya yang telah diisi air garam yang telah direbus sebelumnya untuk membilas saluran hidung (membersihkan lendir dan kotoran lainnya).

5. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi penyumbatan, perbanyaklah konsumsi air putih dan hindari konsumsi alkohol yang justru dapat memperparah pembengkakan pada sinus.

6. Perbanyak Istirahat

Ketika mengalami sinusitis, perbanyaklah istirahat di rumah. Meskipun gejala-gejala sinusitis ini seringkali membuat penderitanya kesulitan untuk tidur, namun pastikan kebutuhan tidur tercukupi. Dengan mengurangi aktivitas rutin sehari-hari serta memperbanyak istirahat atau tidur, kesempatan untuk segera pulih pun akan semakin terbuka lebar.

Apabila beberapa pengobatan seperti diatas tidak menunjukkan hasil yang baik, tindakan operasi mungkin diperlukan. Tindakan operasi pada sinus ini tidak menjamin 100% penderitanya akan terbebas dari sinusitis jika faktor risikonya tidak jua dihindari. Jadi penting sekali untuk menjaga gaya hidup sehat serta menghindari berbagai kemungkinan yang mengundang kedatangan alergi.

Segera hubungi dokter apabila gejala-gejala sinusitis berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejalanya semakin memburuk. Semakin cepat diatasi dan dicari tahu penyebabnya, pengobatan pun akan semakin efektif. Jangan sampai terlambat mengatasinya, karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis dan kebutaan.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Weber RK, et al. (2015). Comprehensive review on endonasal endoscopic sinus surgery. DOI: (https://www.egms.de/static/en/journals/cto/2015-14/cto000123.shtml)
Sedaghat AR. (2017). Chronic rhinosinusitis. (https://www.aafp.org/afp/2017/1015/p500.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app