Seberapa Efektif Face Shield Mencegah Paparan COVID-19?

Dipublish tanggal: Sep 14, 2020 Update terakhir: Agu 5, 2021 Waktu baca: 2 menit
Seberapa Efektif Face Shield Mencegah Paparan COVID-19?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Face shield adalah pelindung wajah yang terbuat dari plastik bening atau panel plexiglas untuk menutupi wajah hingga dagu;
  • Penggunaan face shield sangat ideal karena mampu melindungi area mata, hidung, dan mulut yang berpotensi menjadi tempat masuknya virus corona ke dalam tubuh;
  • Masih ada area terbuka di bagian bawah face shield yang memungkinkan tetesan droplet keluar dari lapisan pelindung, sehingga berpotensi terjadinya penularan pada orang lain;
  • Saat memakai face shield, tetap gunakan masker agar tubuh benar-benar terlindungi dari paparan COVID-19;
  • Jangan lupa untuk tetap rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta menjaga jarak fisik dengan orang lain;
  • Klik untuk membeli perlengkapan new normal dan produk suplemen vitamin dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Dapatkan paket tes COVID-19 berupa swab PCRswab antigen, dan rapid test dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall.

Sejak COVID-19 mewabah, memakai masker menjadi kewajiban bagi kita yang harus beraktivitas di luar rumah. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan virus corona. 

Namun, sebagian orang mengaku lebih suka memakai face shield karena praktis dan nyaman saat bernapas. Apa benar face shield efektif melindungi tubuh dari paparan COVID-19? Simak juga cara memakai face shield yang benar pada ulasan berikut ini.

Baca juga: Memahami Happy Hypoxia, Gejala Tersembunyi COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

Apa itu face shield?

Face shield adalah pelindung wajah yang terbuat dari plastik bening atau panel plexiglas dengan bentuk cenderung kaku untuk menutupi wajah hingga ke area dagu. Mulanya, face shield hanya digunakan oleh tim medis jelang operasi atau prosedur apa pun yang rentan bersinggungan dengan darah, pecahan tulang, atau cairan tubuh pasien.

Sekarang face shield bisa digunakan oleh seluruh masyarakat. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang dilingkarkan ke kepala, ada juga yang berbentuk seperti kacamata sehingga lebih praktis digunakan.

Seberapa efektif pakai face shield untuk mencegah virus corona?

Dilihat dari bentuknya, face shield menjulur ke bawah dari dahi hingga ke dagu. Dilansir Cleveland Clinic, penggunaan pelindung wajah ini sangat ideal karena mampu melindungi area mata, hidung, dan mulut yang berpotensi menjadi tempat masuknya virus corona ke dalam tubuh.

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Occupational and Environmental Hygiene pada 2014, para ahli mencoba menyemprotkan simulator batuk berisi virus influenza ke arah face shield sejauh 45 sentimeter. Hasilnya, penggunaan face shield mampu menurunkan risiko paparan hingga 96% setelah terkena batuk.

Face shield memang mampu melindungi si pemakai. Akan tetapi, Frank Esper MD, selaku dokter spesialis penyakit menular anak, mengingatkan bahwa jarak plastik pelindung dengan permukaan wajah cukup jauh. Selain itu, masih ada area terbuka di bagian bawah face shield yang memungkinkan tetesan droplet keluar dari lapisan pelindung sehingga berpotensi terjadinya penularan pada orang lain.

Lain halnya saat Anda memakai masker, permukaan masker benar-benar menempel dengan wajah sehingga lebih efektif mencegah penularan dari atau ke orang lain. CDC sendiri juga tidak merekomendasikan penggunaan face shield untuk menggantikan masker kain atau masker medis. 

Jika Anda ingin tetap memakai face shield, sebaiknya juga gunakan masker agar tubuh benar-benar terlindungi dari paparan COVID-19.

Baca juga: Seseorang Diduga Terkena Virus Corona? Ini yang Harus Dilakukan

Cara memakai face shield yang benar saat pandemi COVID-19

Efektif atau tidaknya face shield dalam mencegah paparan virus corona tergantung dari cara Anda memakainya. Meski tampaknya mudah dipakai, ternyata masih ada saja yang menggunakan face shield dengan cara yang salah.

Begini cara memakai face shield yang benar supaya perlindungannya maksimal:

  1. Gunakan face shield yang menutupi dahi hingga dagu. Tidak boleh ada celah antara dahi dengan bagian depan face shield;
  2. Tetap pakai masker untuk meminimalkan risiko penularan virus corona;
  3. Rajin bersihkan face shield setiap selesai dipakai. Gunakan lap antibakteri atau cukup dengan sabun dan air, lalu keringkan;
  4. Jika face shield retak atau rusak, segera ganti dengan yang baru. Jangan pakai face shield yang sudah rusak.

Baca juga: Pentingnya Social Distancing Agar Virus Corona Tak Makin Genting

Selain pakai masker dan face shield, jangan lupa untuk tetap rajin mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Tetaplah berada di dalam rumah bila tidak ada keperluan yang mendesak.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cleveland Clinic. Will a Face Shield Protect You From the Coronavirus? (https://health.clevelandclinic.org/will-a-face-shield-protect-you-from-the-coronavirus/). 28 Juli 2020.
Journal of Occupational and Environmental Hygiene. Efficacy of face shields against cough aerosol droplets from a cough simulator. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24467190/). 2014.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app