Amankah Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri pada Saat Haid

Dipublish tanggal: Feb 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Amankah Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri pada Saat Haid

Siklus haid yang pada wanita dimulai pada usia 11 hingga 15 tahun. Siklus ini terus berulang setiap bulannya. Siklus haid terjadi selama rentang waktu 22 hingga 35 hari dengan jarak angka normal yaitu sekitar 28 hari. 

Menstruasi menetap selama 3 hingga 5 hari dimana mulai terjadi pendarahan, peningkatan hormon, dan ovulasi pada organ reproduksi wanita. Dalam jangka waktu tersebut beberapa wanita akan merasa nyeri di sekitar perut hingga rasa kram perut yang menganggu aktivitas dan nyeri yang tidak tertahankan. 

Kondisi ini dapat mereda dengan penggunaan obat pereda nyeri yang bisa dibeli di toko obat atau dengan resep dokter. Tetapi apakah penggunaan obat pereda nyeri aman untuk wanita haid?

Mengenai Siklus Haid

Siklus haid dikendalikan oleh hormon LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang meningkat yaitu pada masa ovulasi di hari ke -14 siklus haid. 

Hormon estrogen meningkat pada awal hari ke-14 menandakan terjadinya ovulasi. Setelah itu diikuti peningkatan progestron dan suhu tubuh basal setelah hari ke-14. Kondisi ini terus berulang hingga masa menopause apabila tidak dibuahi.

Penyebab Kram dan Nyeri Perut pada Menstruasi

Penyebab terjadinya rasa nyeri pada siklus haid ini secara utama adalah karena kontraksi pada otot-otot uterus atau otot rahim. Saat kontraksi terlalu keras ini muncul, ini akan menekan pembuluh darah sekitar otot rahim dan menghambat penghantaran oksigen ke rahim. 

Rahim yang kekurangan oksigen dapat menimbulkan rasa nyeri dan kram. Kondisi lain yang berkaitan dengan kelainan organ reproduksi pada siklus haid seperti endometriosis. Endomteriosis merupakan kelainan lapisan di rahim dimana lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim. 

Pada saat menstruasi, darah pada rahim akan mengendap karena dinding dalam dilapisan luar rahim yang semakin lama menimbulkan pendarahan berlebihan dan kram perut yang berlebihan. Infeksi juga dapat menyebabkan kram perut seperti yang infeksi yang menyebabkan penyakit radang panggul.

Obat untuk Nyeri Perut pada Menstruasi

Untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi, obat pereda nyeri dapat kita dapatkan sangat mudah. Obat utama sebagai pereda rasa nyeri saat menstruasi yaitu obat jenis anti inflamatori non-steroid seperti ibuprofen dan naproxen

Obat tersebut merupakan obat yang tergolong aman untuk meredakan nyeri dan kram perut saat menstruasi akibat peningkatan prostaglandin yang berkaitan pada runtuhnya lapisan dinding rahim. 

Obat ini bekerja mengurangi produksi prostaglandin (sebagai cyclooxygenase inhibitor dengan menghambat prostaglandin) sehingga kontraksi rahim juga ikut berkurang. Selain meredakan nyeri, obat ini juga membantu mengurangi kontraksi pada otot-otot rahim yang menekan pembuluh darah rahim.

Efek samping yang dapat muncul pada konsumsi obat ini saat menstruasi adalah perpanjangan siklus menstruasi yang lebih 1 atau 2 hari. Obat ini sebaiknya dikonsumsi saat rasa kram awal dimulai atau sebelum menstruasi dimulai. 

Obat ibuprofen dapat dikonsumsi selama 3 kali sehari sebanyak 2 tablet setiap kalinya. Selalu konsumsi obat ini setelah makan karena dapat mempengaruhi lambung. Selain mengurangi nyeri pada kram perut, obat ini juga dapat mengurangi nyeri otot dan sendi , demam pada anak, dan sakit kepala.

Selain obat tersebut, obat jenis asetaminofen juga ampuh untuk meredakan nyeri dan kram perut saat menstruasi. Disarankan untuk tidak mengonsumsi dua jenis obat sekaligus. Obat aspirin juga dapat dikonsumsi dengan syarat usia wanita diatas 20 tahun.

Jika Anda tidak terbiasa dengan mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan nyeri, terdapat cara alami dan sederhana untuk meredakan nyeri dan kram saat menstruasi. 

Caranya adalah dengan melakukan kompres hangat pada perut atau pinggang sebegai pereda nyeri. Kompres secara berulang setiap harinya untuk pemulihan leih cepat. Hindari minuman alkoholm mengandung kafein, dan makanan yang mengandung banyak minyak atau lemak. 

Jika anda menyukai olahraga, Anda dapat mencoba latihan yoga. Yoga dinyatakan dapat mengurangi nyeri atau kram perut yang biasa muncul pada siklus menstruasi. Dengan gerakan perlahan pada yoga, maka ini akan mengurangi kontraksi berlebihan saat menstruasi berlangsung. Otot rahim lebih mudah beradaptasi denga kondisi perubahan hormon dan siklus yang berulang setiap bulannya. 


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
10 Home Remedies for Menstrual or Period Cramp Relief. Everyday Health. (Accessed via: https://www.everydayhealth.com/treatment/womens-health/ways-to-relieve-period-cramps/)
Menstrual cramps - Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (Accessed via: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/diagnosis-treatment/drc-20374944)
The best home remedies for menstrual cramps. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/324484)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app